Member Login
Syekh Khalid Al-Kurdi (Al-Baghdadi)
Siapa yang menghidupkan dzikir dalam hatinya, maka Allah akan menghidupkan seluruh keadaan dirinya
Biografi
Syekh Khalid Al-Kurdi, yang kemudian lebih dikenal sebagai Khalid Al-Baghdadi, merupakan salah satu tokoh terbesar dalam sejarah Naqsyabandiyah Mujaddidiyah. Beliau berasal dari kawasan Kurdi di Syam, tumbuh sebagai seorang alim yang mendalami fiqih, hadis, tafsir, dan berbagai cabang ilmu syariat sejak usia muda. Kecerdasan dan ketekunan ibadahnya membuatnya dikenal luas bahkan sebelum memasuki dunia thariqah. Pencarian spiritualnya membawanya mengembara hingga ke India, tempat ia berguru kepada Syekh Abdullah Dahlawi, Qs, dan di sanalah beliau mengalami transformasi ruhani yang sangat mendalam.
Setelah mencapai kematangan suluk, beliau kembali ke wilayah Irak dan Syam dengan membawa cahaya pembaruan thariqah, sehingga dari tangan beliau Naqsyabandiyah Mujaddidiyah menyebar sangat luas hingga ke Turki, Persia, Irak, Kurdi, dan sebagian Eropa Timur. Beliau dikenal sebagai sosok mursyid yang kuat spiritualitasnya, namun sangat lembut dalam membimbing, menjadikan murid-muridnya merasa dekat namun tetap terjaga adabnya. Majelis beliau menjadi tempat berkumpulnya para ulama, fuqaha, dan salik dari berbagai penjuru, sebab wibawa ilmu dan kebersihan hatinya memancarkan kepercayaan dan ketenangan.
Syekh Khalid memadukan semangat tajdid yang diwarisi dari para pendahulu dengan kemampuan organisasi yang luar biasa, membangun jaringan zikir dan halaqah yang teratur dan berdisiplin. Banyak dari murid-muridnya kelak menjadi ulama besar dan mursyid yang menyebarkan thariqah ke berbagai negeri. Kehidupannya yang sederhana, penuh ibadah, dan jauh dari ambisi dunia menjadikan beliau sebagai salah satu puncak cahaya dalam mata rantai thariqah ini, hingga wafat dalam keadaan istiqamah dan dikenang sebagai pembaharu besar di masanya.