Member Login
Syekh Muhammad Ma’shum QS
Kesempurnaan suluk adalah teguhnya syariat dalam setiap langkah hamba
Biografi
Syekh Muhammad Ma’shum merupakan putra dari Imam Rabbani Ahmad Faruqi Sirhindi, Qs, dan menjadi salah satu penjaga utama kesinambungan ajaran Naqsyabandiyah Mujaddidiyah. Sejak kecil beliau tumbuh dalam lingkungan para ulama besar, menghirup suasana keilmuan yang dipenuhi kajian tafsir, hadis, fiqih, serta dzikir yang terus hidup di rumah Sirhind. Kecerdasannya tampak sejak usia dini, dibarengi dengan adab yang halus dan ketekunan ibadah yang membuat para guru memandang beliau sebagai penerus yang dipersiapkan secara ruhani.
Dalam perjalanan suluknya, beliau memperoleh bimbingan langsung dari sang ayah hingga mencapai kematangan spiritual yang mendalam. Setelah wafatnya Imam Rabbani, beliau menjadi pewaris utama yang melanjutkan manhaj thariqah dengan menjaga keseimbangan antara syariat, akhlak, dan hakikat. Di masa beliau, jaringan murid dan majelis dzikir berkembang semakin luas, mencapai wilayah India, Persia, dan Asia Tengah, menjadikan thariqah ini sebagai salah satu poros utama kehidupan rohani umat.
Beliau dikenal sangat lembut dalam membimbing murid, namun tetap tegas terhadap kelestarian adab thariqah. Kehidupannya selalu dihiasi ketawadukan, menjauh dari ketenaran dunia, serta mendahulukan khidmah dan kejernihan hati. Kumpulan surat-suratnya, Maktubat Ma’shumiyah, menjadi salah satu warisan tertulis yang banyak dirujuk oleh salik hingga kini. Beliau wafat di Sirhind dan dimakamkan berdekatan dengan ayahnya, menjadi tempat ziarah para pencari jalan Allah dari masa ke masa.