Member Login
Syekh Abu Hasan al-Kharqani Q.S.
Qutbul ‘Arifin (Poros Para Arif Billah)
Biografi
Syekh Abu Hasan al-Kharqani Q.S. adalah seorang wali besar dan ahli makrifat yang termasuk dalam mata rantai emas para mursyid thariqah. Beliau dikenal sebagai pewaris ruhani ajaran Syekh Abu Yazid al-Busthami Q.S., meskipun tidak bertemu langsung secara jasmani, tetapi menerima limpahan ilmunya secara ruhani (tariqah rûhâniyyah). Nama lengkapnya adalah Abu Hasan ‘Ali bin Ahmad al-Kharqani, berasal dari desa Kharqan, di wilayah Khurasan (sekarang Iran bagian utara).
Sejak muda, Abu Hasan menunjukkan kecenderungan kuat terhadap kehidupan spiritual. Ia dikenal sangat zuhud, sederhana, dan memiliki kelembutan hati yang mendalam. Beliau hidup sebagai petani, namun jiwanya senantiasa terhubung dengan Allah. Dalam setiap amalnya, ia mengedepankan cinta dan kasih sayang, bahkan kepada makhluk yang memusuhinya. Salah satu ucapannya yang terkenal adalah, “Barang siapa datang kepadamu, sambutlah ia dengan kasih; jika seorang kafir datang, jadikan ia beriman dengan kelembutanmu.”
Syekh Abu Hasan dikenal memiliki maqam ma‘rifat yang tinggi. Beliau sering mengalami tajalli (penyingkapan ilahi) dalam bentuk yang lembut dan penuh rahasia. Dalam ajarannya, beliau menekankan pentingnya menyucikan hati dari selain Allah dan hidup dengan penuh cinta Ilahi. Dikatakan bahwa hatinya adalah cermin bagi banyak wali sesudahnya, dan kedudukannya di kalangan arifin sangat agung.
Beliau juga dikenal sebagai sosok yang sangat menghormati ajaran Syekh Abu Yazid al-Busthami Q.S., bahkan pernah berkata: “Aku adalah pewaris napas Abu Yazid.” Banyak mursyid besar setelahnya mengambil faedah dari warisan spiritualnya, di antaranya Khwajah Abdullah al-Anshari al-Harawi dan para sufi besar dari jalur Khurasan.
Abu Hasan hidup pada masa pergolakan politik antara kekuasaan Buwaihiyah dan Ghaznawiyah, namun beliau memilih jalan khalwat dan ibadah, mengajarkan makna cinta dan penghambaan sejati kepada Allah.