Member Login

Ayo hadiri kegiatan rutin Tawajjuh & Ngaji Tasawwuf setiap malam Selasa. Semoga hati kita selalu terpaut dengan dzikir kepada Allah
Agent Profile

Syekh Sulaiman Qorimi, QS

Siapa yang menjaga dzikirnya, maka Allah menjaga hatinya


Biografi


Syekh Sulaiman Qorimi merupakan salah satu tokoh kunci dalam mata rantai para masyayikh Naqsyabandiyah setelah periode para murid Syekh Abdullah Afandi, QS. Beliau dikenal sebagai seorang sufi yang kuat dalam mujahadah, memiliki ketenangan jiwa yang luas, serta ketajaman hati yang membuatnya dihormati oleh para salik di berbagai wilayah. Nama “Qorimi” dinisbatkan kepada daerah Qurmi atau Qorim, tempat beliau tumbuh dan menghabiskan sebagian besar masa hidupnya dalam menuntut ilmu syariat dan melakukan pendalaman spiritual.

Sejak muda, Syekh Sulaiman Qorimi telah dikenal sebagai seorang penuntut ilmu yang tekun dan berakhlak halus. Beliau mendalami fiqih, hadis, adab, serta ilmu tazkiyatun nafs sebelum kemudian memasuki dunia thariqah. Pertemuannya dengan para mursyid besar dari jalur Naqsyabandiyah menjadi titik balik perjalanan ruhani beliau, hingga akhirnya menerima ijazah sempurna dalam thariqah serta tanggung jawab untuk membimbing generasi berikutnya.

Dalam perjalanan sebagai mursyid, Syekh Sulaiman Qorimi sangat menekankan kekhusyukan dalam dzikir khafi, kesungguhan menjaga wudhu, dan pentingnya adab kepada Allah, Rasul-Nya, dan para guru. Majelis beliau dikenal sebagai majelis yang damai, penuh keheningan, namun sarat cahaya makrifat. Para murid merasakan ketenangan mendalam ketika berada di dekatnya, karena kelembutan bimbingannya mampu menembus hati tanpa banyak kata.

Pengaruhnya dalam thariqah tidak hanya terlihat dari kedalaman ajaran, tetapi juga dari keteguhan beliau menjaga kemurnian Naqsyabandiyah sebagaimana diwariskan oleh para pendahulunya. Beliau membentuk murid-murid yang matang dalam akhlak, teguh dalam ibadah, dan kuat dalam disiplin rohani. Ketika wafat, Syekh Sulaiman Qorimi dikenang sebagai sosok mursyid yang menjadi jembatan penting antara generasi para senior dan generasi pembaharu setelahnya